SIAGA – Tahun baru 2016 ditandai dengan fase baru di kawasan, yaitu
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ada beberapa catatan sdhubungan hadirnya
MEA di kawasan.
“Pertama, walaupun daya saing ekonomi Indonesia dikatakan rendah dibandingkan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Namun, Indonesia ditopang oleh SDA yang melimpah,” kata Yudha Kurniawan, anggota Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII), Jumat (1/1).
Masih kata dosen University Prof. Dr Moestopo ini, hal ini harus dijadikan sebagai modal dalam meningkatkan daya saing untuk mencari keunggulan kompetitif.
“Kedua, MEA sebagai pintu masuk integrasi regional memberikan implikasi terhadap aspek politik dan keamanan. Semakin terbukanya batas-batas negara di kawasan Asia Tenggara membuka peluang bagi munculnya persoalan keamanan regional yang baru,” jelas dia.
Ancaman keamanan hibrida menjadi persoalan berikut yang perlu mendapatkan perhatian antara lain terorisme, radikalisme agama, hingga kejahatan siber lintas batas nasional.
Selanjutnya baca di sini
“Pertama, walaupun daya saing ekonomi Indonesia dikatakan rendah dibandingkan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Namun, Indonesia ditopang oleh SDA yang melimpah,” kata Yudha Kurniawan, anggota Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII), Jumat (1/1).
Masih kata dosen University Prof. Dr Moestopo ini, hal ini harus dijadikan sebagai modal dalam meningkatkan daya saing untuk mencari keunggulan kompetitif.
“Kedua, MEA sebagai pintu masuk integrasi regional memberikan implikasi terhadap aspek politik dan keamanan. Semakin terbukanya batas-batas negara di kawasan Asia Tenggara membuka peluang bagi munculnya persoalan keamanan regional yang baru,” jelas dia.
Ancaman keamanan hibrida menjadi persoalan berikut yang perlu mendapatkan perhatian antara lain terorisme, radikalisme agama, hingga kejahatan siber lintas batas nasional.
Selanjutnya baca di sini
No comments:
Post a Comment